Fiqh Hanabilah: Kitab Thaharah

    

Thaharah adalah mengangkat hadats dan menghilangkan khabats. Hadats adalah keadaan tidak suci bagi seseorang yang menghalangi dia untuk ibadah, sedangkan Khabats adalah benda kotor yang terlihat dengan jelas yang dapat menghalangi ibadah. Di mana kedua perkara tersebut harus dibersikan menggunakan air. Hadats dengan dihilangan dengan berwudhu, Khabats dihilangan dengan dicuci.

Air terbagi menjadi tiga jenis:

1. Air Thahur

    Air ini adalah air yang sifatnya tetap sesuai dengan asal penciptaannya. Air tersebut suci dzatnya dan dapat menyucikan untuk selainnya. Air thahur boleh digunakan secara mutlak.

2. Air Thahir

    Air ini adalah air yang sifatnya secara signifikan dari segi warna, rasa, dan baunya. Air tersebut suci dzatnya tetapi tidak dapat menyucikan untuk selainnya. Air thahir boleh digunakan untuk selain mengangkat hadats dan menghilangkan khabats.

3. Air Najis

    Air ini adalah airnya yang berubah karena najis pada selain permukaan yang sedang disucikan. Haram digunakan secara mutlak kecuali dalam keadaan darurat.

    Disebut air yang banyak ketika mencapai dua qullah (200-216 liter). Sementara disebut air yang sedikit ketika di bawah dua qullah. dua qullah setara dengan 107,7 rithl Damaskus dan yang sesuai dengannya. Setiap bejana yang suci boleh dimiliki dan digunakan, kecuali yang terbuat dari emas dan perak. 

Source:

Kitab بداية العابد وكفاية الزاهد , Fiqh dasar dari madzhab Hanbali

Posting Komentar

0 Komentar