KETIKA ILMU DITOLAK KARENA FANATISME, SAAT ITULAH KEJUMUDAN MEMBUKA PINTU LEBAR BAGI KEMUNDURAN | KEDISIPLINAN DALAM ISLAM BUKAN SEKADAR ATURAN, TETAPI BENTUK KETAATAN KEPADA ALLAH DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN | PERSELISIHAN DI KALANGAN DAKWAH TAUHID KARENA MASIH ADANYA KETIDAKIKHLASAN DAN ADANYA KEPENTINGAN DUNIA | KEJUMUDAN UMAT ADALAH BENTUK KEMUNDURAN UMAT |

Fikih Hanabilah: Pasal Siwak dan Sunnah-Sunnah Fitrah

Bersiwak hukumnya sunnah secara mutlak, kecuali bagi orang yang sedang berpuasa setelah matahari tergelincir, maka hukumnya makruh. Jika dilakukan sebelum matahari tergelincir dengan kayu siwak yang basah, hukumnya dianjurkan. Adapun dengan kayu siwak yang kering, maka tidak mengapa. Menggosok gigi dengan selain kayu siwak juga diperbolehkan.


Bersiwak sangat dianjurkan ketika hendak salat, membaca Al-Qur’an, berwudhu, bangun tidur, masuk masjid, berubahnya bau mulut, dan keadaan semisalnya.

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

«السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ»

“Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridaan Rabb.” (HR. An Nasa’i)

Disunnahkan memulai dari sebelah kanan ketika bersiwak, bersuci, dan dalam setiap keadaan yang baik.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ»

“Nabi shallallahu 'alayhi wasallam menyukai mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh urusannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sunnah juga menggunakan minyak rambut, bercelak, bercermin, memakai minyak wangi, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.

Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

«خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَنَتْفُ الآبَاطِ»

“Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Khitan wajib bagi laki-laki dan perempuan ketika telah baligh, namun lebih utama dilakukan saat masih kecil.

Source:
Kitab بداية العابد وكفاية الزاهد , Fiqh dasar dari madzhab Hanbali

Posting Komentar

0 Komentar