Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-‘Ashr:
Surat ini menggambarkan bahwa sesungguhnya manusia berada
dalam kerugian dan kebinasaan, kecuali mereka yang:
- Beriman
- Beramal
saleh
- Saling
menasihati dalam kebenaran
- Saling
menasihati dalam kesabaran
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Andaikan Allah
hanya menurunkan surat ini kepada seluruh manusia, niscaya sudah cukup sebagai
peringatan bagi mereka.”
Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, apalagi jika Dia
telah bersumpah. Dalam surah ini, Allah bersumpah dengan waktu, dan itu
menunjukkan betapa pentingnya nilai waktu dalam hidup manusia.
1. Allah bersumpah dengan waktu Ashar
Ashar adalah waktu yang sangat utama. Mengapa? Karena ia
menjadi penentu diterima atau tidaknya amal-amal kita sepanjang hari.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa meruginya jika semua aktivitas harian kita tak
bernilai pahala hanya karena kita melalaikan salat Ashar.
2. Allah bersumpah dengan waktu secara umum
Allah tidak bersumpah atas sesuatu kecuali terdapat
pelajaran penting di dalamnya. Maka, renungkanlah: dengan apa kita mengisi
waktu-waktu kita selama ini? Jika kita mengisinya dengan ketaatan, maka
insyaAllah kita akan mendapatkan naungan dan pertolongan dari-Nya.
Lalu, bagaimana agar kita tidak menjadi orang yang
merugi?
1. Beriman.
Iman adalah fondasi semua amal dan pintu keselamatan.
2. Beramal saleh.
Amal saleh memiliki dua syarat agar diterima:
- Ikhlas,
yaitu mengharap ridha Allah semata.
- Mutaba’ah,
yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam.
Rasulullah bersabda:
Dalam riwayat lain disebutkan:
Artinya, ibadah yang dilakukan dengan penuh semangat dan
keikhlasan, tetapi tidak sesuai dengan tuntunan Nabi, tetap tidak diterima oleh
Allah.
3. Berdakwah (saling menasihati).
Jika umat Islam meninggalkan budaya saling menasihati dalam
urusan agama, maka kehancuran akan menanti. Dakwah adalah bentuk kasih sayang
dan tanggung jawab sosial dalam menjaga umat dari kesesatan.
4. Bersikap benar dan sabar.
Kebenaran tidak selalu mudah diterima, maka diperlukan
kesabaran dalam menyampaikannya.
Sabar terbagi menjadi tiga:
- Sabar
dalam menjalankan ketaatan
- Sabar
dalam menjauhi maksiat
- Sabar
dalam menghadapi musibah dan takdir yang tidak menyenangkan
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, yang memanfaatkan waktu untuk beriman, beramal saleh, berdakwah, dan bersabar, serta mendapatkan naungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
.jpg)
0 Komentar