Ada sebuah ungkapan hikmah yang sangat dalam maknanya:
مجالسة الصالحين تحولك من شدة إلى سعة، ومن الشك إلى اليقين، ومن الرياء إلى الإخلاص، ومن الغفلة إلى الذكر، ومن الرغبة في الدنيا إلى الرغبة في الآخرة، ومن الكبر إلى التواضع، ومن سوء النية إلى النصيحة
"Duduk bersama orang-orang saleh akan mengubahmu dari kesempitan menuju kelapangan, dari keraguan menuju keyakinan, dari riya menuju keikhlasan, dari kelalaian menuju zikir, dari kecintaan kepada dunia menuju kecintaan kepada akhirat, dari kesombongan menuju tawaduk, dan dari buruknya niat menuju ketulusan dalam memberi nasihat."
Manusia adalah makhluk yang mudah dipengaruhi oleh lingkungannya. Cara berpikir, cara berbicara, bahkan cara memandang kehidupan sering kali terbentuk dari orang-orang yang setiap hari berada di sekelilingnya. Karena itu, memilih lingkungan bukan perkara sepele. Ia dapat menjadi sebab seseorang semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya.
Berkumpul dengan orang-orang saleh bukan berarti mereka manusia yang tanpa dosa. Mereka tetap memiliki kekurangan sebagaimana manusia lainnya. Akan tetapi, mereka adalah orang-orang yang ketika berbicara mengingatkan kita kepada Allah, ketika beramal mendorong kita untuk ikut beramal, dan ketika melakukan kesalahan segera kembali kepada kebenaran.
Tidak sedikit orang yang awalnya hatinya dipenuhi kegelisahan, namun perlahan menemukan ketenangan setelah berada di lingkungan yang baik. Kesempitan yang dahulu terasa menghimpit berubah menjadi kelapangan karena ia belajar memandang segala sesuatu dengan kacamata iman dan tawakal.
Demikian pula dengan keraguan. Banyak syubhat dan kebingungan yang muncul bukan karena kurangnya informasi, tetapi karena jauhnya seseorang dari majelis ilmu dan nasihat. Ketika ia mulai duduk bersama orang-orang yang berilmu dan bertakwa, keraguan itu sedikit demi sedikit berganti menjadi keyakinan.
Lingkungan yang baik juga mengajarkan keikhlasan. Riya sering tumbuh ketika seseorang sibuk mencari penilaian manusia. Sebaliknya, ketika ia melihat orang-orang saleh beramal tanpa mencari pujian, ia belajar bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana manusia memandang dirinya, melainkan bagaimana Allah menerima amalnya.
Begitu pula dengan kelalaian. Hati manusia mudah lupa. Namun berada di tengah orang-orang yang lisannya basah dengan zikir, yang gemar mengingat Allah dalam berbagai keadaan, akan membuat hati yang lalai kembali terbangun.
Kecintaan kepada dunia pun perlahan akan terkikis. Bukan berarti dunia harus ditinggalkan, tetapi dunia ditempatkan pada posisinya yang benar: sebagai sarana, bukan tujuan. Orang-orang saleh selalu mengingatkan bahwa kehidupan yang sesungguhnya bukanlah kehidupan yang sedang dijalani sekarang, melainkan kehidupan yang akan datang setelah kematian.
Kesombongan juga sulit bertahan di tengah lingkungan yang baik. Semakin seseorang mengenal ilmu dan mengenal orang-orang yang bertakwa, semakin ia menyadari betapa banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Dari sinilah lahir sikap tawaduk dan rendah hati.
Bahkan niat yang buruk pun dapat berubah menjadi niat yang baik. Seseorang yang sebelumnya mudah berprasangka dan mencari-cari kesalahan orang lain, akan belajar bagaimana memberi nasihat dengan tulus, mendoakan kebaikan bagi sesama, dan menginginkan keselamatan bagi saudara-saudaranya.
Karena itu, jika hari ini kita merasa iman naik turun, hati mudah keras, atau semangat beramal mulai melemah, maka salah satu perkara yang perlu kita periksa adalah lingkungan pergaulan kita. Sebab sering kali perubahan besar dalam hidup tidak dimulai dari banyaknya teori yang kita ketahui, melainkan dari siapa yang kita pilih untuk menemani perjalanan hidup ini.
Ada hikmah yang mengatakan:
ومن اعتمد على الناس مل
"Barang siapa menggantungkan harapannya kepada manusia, maka ia akan kecewa."
Sebaliknya, orang-orang saleh akan selalu mengarahkan hati kita agar bergantung kepada Allah semata. Mereka tidak mengikat manusia kepada diri mereka, tetapi mengarahkan manusia kepada Rabb mereka.
Maka beruntunglah orang yang Allah karuniakan teman-teman yang saleh. Sebab terkadang satu nasihat yang tulus, satu majelis yang baik, atau satu sahabat yang mengingatkan kepada Allah dapat menjadi sebab berubahnya jalan hidup seseorang hingga akhir hayatnya.
0 Komentar