KETIKA ILMU DITOLAK KARENA FANATISME, SAAT ITULAH KEJUMUDAN MEMBUKA PINTU LEBAR BAGI KEMUNDURAN | KEDISIPLINAN DALAM ISLAM BUKAN SEKADAR ATURAN, TETAPI BENTUK KETAATAN KEPADA ALLAH DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN | PERSELISIHAN DI KALANGAN DAKWAH TAUHID KARENA MASIH ADANYA KETIDAKIKHLASAN DAN ADANYA KEPENTINGAN DUNIA | KEJUMUDAN UMAT ADALAH BENTUK KEMUNDURAN UMAT |

Fikih Hanabilah: Pasal Wudhu

Wudhu adalah menggunakan air yang suci untuk membersihkan empat anggota wudhu dengan tata cara tertentu.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai siku, usaplah kepala kalian, dan basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki.”
(QS. Al-Ma’idah: 6)

Wajib tasmiyah dalam berwudhu, mandi, tayamum, dan mencuci kedua tangan tiga kali ketika bangun tidur malam hari, disertai niat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ»

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Syarat-syarat wudhu ada delapan

1. Menghilangkan gangguan yang wajib dihilangkan.

2. Berniat. Niat merupakan syarat untuk setiap bersuci yang disyariatkan, kecuali ketika menghilangkan najis dan sejenisnya. 

3. Islam. 

4. Berakal.

5. Tamyiz. 

6. Menggunakan air thahur yang mubah.

7. Menghilangkan apa-apa yang menghalangi sampainya air ke anggota wudhu.

8. Istinja.

Fardhu wudhu ada enam:

1. Membasuh wajah, termasuk mulut dan hidung.

2. Membasuh kedua tangan beserta kedua siku.

3. Mengusap seluruh kepala, termasuk kedua telinga.

4. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki. 

5. Tertib.

6. Muwalah (berkisanambungan)

Tertib dan muwalah gugur ketika mandi.

Source:

Kitab بداية العابد وكفاية الزاهد , Fiqh dasar dari madzhab Hanbali

Posting Komentar

0 Komentar