KETIKA ILMU DITOLAK KARENA FANATISME, SAAT ITULAH KEJUMUDAN MEMBUKA PINTU LEBAR BAGI KEMUNDURAN | KEDISIPLINAN DALAM ISLAM BUKAN SEKADAR ATURAN, TETAPI BENTUK KETAATAN KEPADA ALLAH DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN | PERSELISIHAN DI KALANGAN DAKWAH TAUHID KARENA MASIH ADANYA KETIDAKIKHLASAN DAN ADANYA KEPENTINGAN DUNIA | KEJUMUDAN UMAT ADALAH BENTUK KEMUNDURAN UMAT |

Khutbah Idul Adha: Tanpa Pengorbanan Jangan Harap Ada Keberhasilan

Khutbah Pertama:

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (3

  اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

 اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ

اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ:

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…wa lillaahil hamd…

Jama’ah ‘Idul Adha rahimakumullah…

Sepanjang malam Gemuruh kalimat takbir, tahlil dan tahmid berkumandang bersahutan menggetarkan hati, menyentuh kalbu jiwa-jiwa yang beriman, lalu pagi ini dengan penuh kebersamaan walau dalam perbedaan ada yang datang berjalan kaki,memakai kendaraan, berjalan cepat atau memakai tongkat, laki-laki dan perempuan, tua-muda, yang sedih atau gembira Semua ini dilakukan dalam rangka merayakan hari raya Idul Adha.

Jama’ah sekalian yang dimuliakan Allah…

Judul khutbah Idul Adha Hari ini : “Tanpa Pengorbanan Jangan Harap Ada Keberhasilan.”

Jama’ah Sekalian ... Mari kita buka sejarah. Bukan cerita khayalan, bukan dongeng dari masa lalu. Ini adalah kisah nyata, kisah yang diabadikan dalam Al Qur’an, kisah yang jadi teladan sepanjang zaman. Siapa tokohnya ? Dialah Nabi Ibrāhīm ‘Alaihissalām. 

Seorang lelaki tua. Usianya sudah uzur. Rambutnya memutih. Badannya lemah. Tapi imannya… Begitu Dahsyat! Imannya melebihi gunung. Keimanannya tidak hanya di lisan, tapi nyata dalam tindakan! Bayangkan, beliau menunggu hingga puluhan tahun untuk memiliki anak. Ketika anak yang dinanti-nanti lahir, apa yang diperintahkan oleh Allah? 

 "Sembelihlah anakmu, Wahai Ibrahim!"

Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim? Apakah beliau protes? Apakah beliau menawar-nawar?  Jawabanya Tidak! Beliau langsung berkata kepada putranya:

يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu.” ( Aṣ-Ṣāffāt: 102)

Lalu Apa jawaban sang anak? 

Masyaa Allah Tabarakallah ...  Ismail anak sholeh ... Bukan anak yang durhaka. Bukan anak yang melawan perintah ayahnya. Bukan pula anak yang sibuk dengan gadget dan Hp nya, sehingga lupa pada  ayah dan bundanya. Ismail Menjawab dengan lembut :

قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

"Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insyaa Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 102)

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 107)

Allahu Akbar  !!!  Ayahnya rela kehilangan anak. Anaknya rela disembelih oleh ayahnya.

Demi apa?

Demi taat kepada Allah!

Inilah pengorbanan sejati!

Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah…

Zaman boleh berganti. Tahun boleh berlalu. Tapi prinsip ini tetap hidup: “ Tanpa pengorbanan, Jangan harap ada keberhasilan!” 

Siapa bilang kita bisa sukses tanpa bersusah payah?

Siapa bilang kita bisa masuk surga hanya dengan bersantai tanpa ibadah ?

Siapa bilang Islam bisa berjaya tanpa perjuangan?

Lihatlah Nabi kita, Muhammad ṢAW... Beliau tidak hanya duduk di rumah membaca dzikir lalu menang. Tidak !!! 

Beliau berdarah, beliau lapar, beliau terusir dari tanah kelahirannya! Ketika berhijrah, kaki beliau berdebu. Ketika berdakwah, beliau dihina, dibully dan dicaci maki. Ketika berperang, gigi beliau patah. Tapi beliau tidak mundur, beliau tidak putus asa ! Apa kata Allah?

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ

“Apakah kalian mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) seperti yang dialami orang-orang sebelum kalian?” (QS. Al-Baqarah: 214)

Berjuang! Berkorban! Itulah jalan menuju keberhasilan.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…wa lillaahil hamd…

Jamaah ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah …

Lihat hari ini... Banyak yang ingin sukses, tapi malas bergerak...

Ingin kaya ...  tapi tidak mau bekerja.  Ingin anaknya sholeh,..  tapi tidak pernah diajak shalat.

Ingin keluarga sakinah, tapi tidak pernah baca Al-Qur’an di rumah. Sekali lagi Ingatlah  !!! 

Tanpa pengorbanan, jangan harap ada keberhasilan.

Lihat para pelajar. Yang juara bukan yang main game semalam suntuk. Tapi yang mengorbankan waktu tidurnya untuk belajar....

Lihat para petani. Hasil panen yang banyak adalah buah dari keringat dan air mata...

Lihat pejuang-pejuang bangsa. Mereka mati syahid demi merah putih. Apa yang kita warisi hari ini adalah hasil darah mereka... 

Lalu kita .. ? Apakah mau hidup santai, tidur nyaman, makan enak, tapi berharap surga?

لا !!! هَذَا خَيَالٌ ! بَلْ هَذِهِ أُضْغَاثُ أَحْلاَمٍ

“Tidak! Itu hanyalah khayalan, itu mimpi kosong!”

Jama’ah sekalian ... Idul Adha ini adalah momentum. Momentum untuk belajar berkorban. Bukan hanya kambing dan sapi. Tapi juga ego, kemalasan, kebakhilan, dan keangkuhan diri.  

Kalau hari ini kita potong kambing tapi masih pelit kepada tetangga, belum sah makna kurbannya.... Kalau hari ini kita salat berjamaah tapi masih menyakiti keluarga dan tetangga, belum sah pengorbanan kita... Kalau hari ini kita bertakbir tapi mulut masih suka menghina orang lain, belum sampai nilai Idul Adha ke dalam hati kita. Kurban itu bukan soal darah dan daging!

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Ḥajj: 37)

Maka pertanyaannya hari ini: 

Apakah kita sudah siap berkorban untuk agama ini?

Apakah kita sudah rela meninggalkan riba?

Apakah kita siap meninggalkan judi, zina, maksiat?

Apakah kita siap bangun malam, menangis di sepertiga malam terakhir?

Apakah kita siap mendidik anak-anak kita jadi generasi Qur’ani? 

Jika belum…

Maka mari kita mulai hari ini!

Mulai dari Idul Adha ini.

Mulai dari sembelihan hari ini.

Semoga darah yang mengalir dari binatang kurban kita menjadi saksi pengorbanan kita di hadapan Allah!

Allahu Akbar… Allahu Akbar… … Allahu akbar wa lillaahil hamd…

Jama’ah yang berbahagia…

Bila Nabi Ibrahim bisa berkorban…

Bila Nabi Muhammad bisa berjuang…

Bila para sahabat bisa meninggalkan dunia demi akhirat…

Kenapa kita masih ragu? Kenapa kita masih takut?

Padahal dunia ini sementara… Hidup kita ini sebentar. Lalu akan ada akhirat yang kekal abadi. .. Bila kita tidak berkorban hari ini, maka nanti kita akan menyesal. ... Jangan sampai datang hari di mana kita berkata:

يَـٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى

"Aduhai, alangkah baiknya sekiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku (yang kekal ini)." (QS. Al-Fajr: 24)

Maka jangan tunggu besok. Karena besok belum tentu ada.

Jangan tunggu kaya untuk beramal.

Jangan tunggu tua untuk bertobat.

Jangan tunggu lapang untuk bersedekah. 

Karena tanpa pengorbanan… Jangan harap ada keberhasilan!

Semoga Allah menerima amal ibadah kita…

Semoga Allah jadikan kita hamba yang bertakwa…

Semoga kita menjadi orang-orang yang rela berkorban demi agama, demi akhirat, demi cinta kepada-Nya…

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.

 اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا.

 اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ

Allahu akbar 3x Laa Ilaha illallah Allahu Akbar Walillahilhamd

Ma’asyiral muslimin/at   Rahimakumullah

Akhirnya marilah kita bersama-sama menundukkan kepala dengan penuh keikhlasan, menengadahkan tangan dengan diiringi harapan, memohon ampunan atas segala kekhilapan, dosa-dosa dan kelalaian, baik yang kita lakukan maupun yang telah dilakukan oleh pendahulu serta orang tua kita.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

Ya Allah…

Di pagi nan suci ini…

Di hari raya Idul Adha  yang agung ini…

Kami hadir dengan pakaian terbaik kami…

Namun Engkau lebih tahu betapa banyak dosa yang kami sembunyikan di baliknya...

Ya Allah…

Kami datang membawa hewan qurban…

Tapi betapa sedikit jiwa kami yang benar-benar pasrah kepada-Mu seperti Nabi Ibrahim...

Betapa sedikit hati kami yang seikhlas Ismail menyerahkan diri…

Betapa sedikit perempuan kami yang setegar Hajar menanti pertolongan-Mu di padang gersang…

Ya Allah…

Engkau saksikan, kami mencintai anak-anak kami…

Tapi ajarkan kami untuk mencintai-Mu lebih dari mereka…

Engkau tahu, kami mencintai harta kami…

Tapi jadikan kami sanggup mengorbankannya demi taat kepada-Mu…

Ya Allah…

Air mata ini tak sebanding dengan darah qurban yang Engkau terima dari Ibrahim...

Namun terimalah linangan ini sebagai tanda cinta dan taubat kami kepada-Mu…

Ya Allah…

Jadikan qurban kami sebagai saksi di hari ketika semua lisan terkunci…

Karuniakan kami hati yang mencintai-Mu…

Jiwa yang ridha dengan takdir-Mu…

Dan lisan yang tak pernah lelah menyebut nama-Mu…

Ya Allah…

Ampuni ayah bunda kami yang telah berkorban membesarkan kami…

Lindungi mereka yang telah tua dan tak lagi kuat berdiri di shaf-shaf ini…

Angkat derajat mereka di sisi-Mu, sebagaimana mereka telah mengangkat kami dari kecil…

Ya Allah…

Bagi yang sedang diuji di hari raya ini…

Yang rindu keluarga namun tak bisa berkumpul…

Yang tak punya hewan untuk disembelih, namun ikhlas bersujud kepada-Mu…

Yang kehilangan orang-orang tercinta…

Teguhkan hati mereka, Ya Allah…

Kuatkan iman mereka…

Lapangkan dada mereka…

Ya Allah…

Jadikan hari terbaik kami adalah hari ketika kami pulang kepada-Mu dalam keadaan husnul khatimah…

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْم

ربَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H

MOHON MA’AF LAHIR BATIN

WASSAMUALAIKUM WAROHMATULLAH WABAROKATUH

-----------------------

KHUTBAH ‘IEDUL ADHA 1447 H

Oleh: Ust. Ahmad Jonni,S.Pd.I,M.Pd 

( Ketua PW JPRMI Prov.Jambi )

Posting Komentar

0 Komentar