KETIKA ILMU DITOLAK KARENA FANATISME, SAAT ITULAH KEJUMUDAN MEMBUKA PINTU LEBAR BAGI KEMUNDURAN | KEDISIPLINAN DALAM ISLAM BUKAN SEKADAR ATURAN, TETAPI BENTUK KETAATAN KEPADA ALLAH DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN | PERSELISIHAN DI KALANGAN DAKWAH TAUHID KARENA MASIH ADANYA KETIDAKIKHLASAN DAN ADANYA KEPENTINGAN DUNIA | KEJUMUDAN UMAT ADALAH BENTUK KEMUNDURAN UMAT | SUPPORT DAKWAH BANGMALIK.COM DI BSI 1014658374 a.n AHMAD ABDUL MALIK |

Khutbah Jumat: Mengapa Shalat Terasa Berat?

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ

:قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

:وَقَالَ تَعَالَىٰ

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ، وَقُرْآنَ الْفَجْرِ، إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

:وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَفْضَلَ الْهُدَىٰ هُدَىٰ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Pertama marilah senantiasa kita membasahi lisan kita dengan kalimat tahmid, pujian kepada Allah, di mana tidak ada yang berhak mendapat pujian dari kita kecuali Allah subhanahu wa ta'ala dengan kalimat yang ringan Alhamdulillah. Bila keadaan kita baik-baik saja, maka katakan Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, bila kondisi kita tidak baik-baik saja, maka katakan Alhamdulillah 'alaa kulli haal. Karena hakikatnya apa pun yang menimpa kita di sisi Allah itu baik. Ditimpa kebaikan bersyukur Allah tambah nikmatnya, ditimpat keburukan bersabar, Allah ampuni dosa-dosanya.

Sholawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada junjungan alam, yakni Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaat dari beliau pada moment syafa'atul 'udzhma.

Ma'asyiral Musliminal Kiroom

Sebelum khatib memasuki materi khutbah singkat pada hari ini, khatib ingin berwasiat kepada diri pribadi dan tentunya kita semua, untuk senantiasa terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Takwa dalam artian senantiasa mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan menjauhi larangannya.

Jama'ah Jumat A'azananiyallahu wa iyyakkum

Ketahuilah, Allah memberi kita waktu 24 jam sehari, tidak ada yang lebih tidak ada yang kurang. Semua diberi jatah yang sama. Tetapi, mengapa beberapa menit untuk menghadap Allah terkadang terasa berat? Untuk bekerja kita sanggup. Untuk mencari dunia kita sanggup. Untuk hiburan kita bisa berjam-jam. Tapi untuk Allah yang hanya beberapa menit saja begitu berat:

Padahal Allah ﷻ berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong. Sesungguhnya sholat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)

Sholat terasa berat hanya bagi mereka yang dikuasai syahwat

Nafsu ingin tidur ketika Subuh.

Ingin terus bersantai ketika Dzuhur.

Ingin terus bermain ketika Ashar.

Dan seterusnya.


Maka ketika sholat mulai terasa berat dan hati sulit khusyuk, periksa diri kita. Jangan-jangan ada maksiat yang belum kita tinggalkan. Jika ada, segeralah bertaubat. Jangan menunggu tua, jangan menunggu sakit, apalagi menunggu Ramadhan.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat." (QS. Al-Baqarah: 222)

Berbuat dosa dan kesalahan itu fitrah anak Adam, tapi sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan dan dosa adalah bertaubat kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

"Semua anak Adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah dia bertaubat: " (HR. Ahmad)

Jamaah rahimakumullah,

Kita tidak tahu berapa kali lagi kita akan mendengar adzan. Maka selama Allah masih memberi umur, jangan tunda untuk kembali. Perbaiki sholat. Tinggalkan maksiat. Perbanyak taubat dan istighfar. Sebab pada akhirnya, kita semua akan berdiri di hadapan Allah.

Dan amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka dia akan beruntung dan selamat. Jika shalatnya rusak, maka dia akan celaka dan rugi.” (HR. At-Tirmidzi)

Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah....

أَقُولُ قَوْلِي هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Khutbah Kedua

الحمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِينَ، وَرَزَقَنَا مِنَ الطَّيِّبَاتِ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ

اللَّهُمَّ احْفَظْ لَنَا بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ


Disusu Oleh:

Abdul Malik Yurisfa, SS, C.LQ.

Posting Komentar

0 Komentar